Tren Cryptocurrency untuk investasi masa depan

Istilah cryptocurrency belakangan menjadi semakin populer, seiring dengan peningkatan fantastis nilai cryptocurrency setahun belakangan ini. Bitcoin, sebagai salah satu cryptocurrency paling populer semenjak kemunculannya pertama kali di tahun 2009, saat artikel ini ditulis telah bernilai +US$50.000 per BTC. Nilai yang cukup fantastis, karena di awal tahun 2020, nilainya +US$8.000, bahkan jika dibandingkan ketika pertama kali muncul di tahun 2009, nilainya hanya setara dengan US$800 sen.

Bitcoin memang cryptocurrency terpopuler, namun cryptocurrency bukan hanya bitcoin. Data menunjukkan jenis cryptocurrency yang beredar saat ini mencapai 7757 jenis (Statista, November 2021). Di tahun 2013 hanya ada 66 cryptocurrency yang beredar, kemudian dua tahun berikutnya melonjak tajam menjadi 562 jenis. Pun demikian, di Indonesia, melalui Bappebti, cryptocurrency yang diizinkan beredar hanya 229 jenis (Peraturan Bappebti Nomor 7 Tahun 2020).

Kenaikan yang luar biasa tentunya menjadi faktor yang memancing orang untuk berinvestasi atau trading cryptocurrency ini. Namun, perlu dicatat, istilah high risk – high return juga berlaku disini, contohnya Bitcoin yang melonjak tajam pada kurun waktu awal 2020 sampai dengan 2021 ini, pernah mengalami penurunan tajam pada Januari dan Juli 2021, nilainya turun sampai dengan 50%. Namun jika dilihat secara jangka panjang, memang nilai cryptocurrency ini terus menanjak.

Jika disimpulkan, cryptocurrency menjadi salah satu alat investasi yang patut dipertimbangkan, dengan basis transaksi virtual dan didukung sistem yang (menurut banyak pendapat) lebih transparan dibandingkan mata uang konvensional, bukan tidak mungkin cryptocurrency dapat saja menjadi alternatif pilihan bagi para investor. Namun, layaknya alat investasi yang lain, cryptocurrency juga menyimpan risiko bagi para pemegang/investornya, jadi akan tetap sangat bijak jika Anda pelajari dahulu mengenai cryptocurrency, baik secara umum, maupun tentang cryptocurrency yang ingin Anda beli sebagai alat investasi.

Photo by André François McKenzie on Unsplash

Leave a Comment

Your email address will not be published.